Document Contents :

Penyusunan Arsitektur Enterprise untuk Smart City (Studi Kasus Bandung Smart City)

Categorie(s):
Author(s):
  Samsun Hidayat, Suhono Harso Supangkat, Anton Sunarwibowo
DOI:
   -
Price:
   FREE
  • Show Abstrack lang :
  • Id
  • En
Abstract:     
Citing articles (0)
Jumlah penduduk yang tinggal di kota pada tahun 1950 sekitar 30% dari populasi jumlah penduduk seluruh dunia, dan prosentase penduduk yang tinggal dikota tahun 2010 sebesar 50% dan diperkirakan pada tahun 2050 prosentase penduduk yang tinggal dikota adalah 70% darijumlah penduduk seluruh dunia [1]. Dengan peningkatan jumlah penduduk di kota, maka kota-kota tersebut menghadapi berbagai resiko, kekhawatiran, dan permasalahan , misalnya: risiko memburuknya/penurunan kualitas udara dan masalah transportasi, serta permasalahan yang terkait dengan ekonomi seperti pengangguran. Permasalahan tersebut harus dicarikan solusinya, yaitu dengan menemukan cara-cara cerdas untuk mengelola semua sumber daya yang dirniliki oleh kota. Pengelolaan secara cerdas dari sumber daya yang dimiliki kota tersebut tujuannya adalah sumber daya tersebut digunakan secara efektif dan efisien dengan tujuan untuk memaksima lkan pelayanan kepada warga kota. Dengan pengelo laan secara cerdas tersebut maka kota tersebut disebut juga dengan Smart City. Agar Smart City dapat terwujud sesuai dengan yang direncanakan, maka diperlukan suatu media yang dapat digunakan oleh semua stake holder yang mencakup pengertian dasar dari sistem, komponen-komponen yang ada dalam sistem dan hubungan antar komponen, serta prinsip-prinsip yang mengatur desain dan evolusi [2] yaitu sebuah Enterprise Architecture (EA). Terdapat berbagai macam framework yang dapat digunakan untuk merancang enterprise architecture, rnisalnya: Zachman Framework, Federal Enterprise Architecture Framework (FEAF), DoD Architecture Framework (DoDAF), Treasury Enterprise Architecture Framework (TEAF), The Open Group Architectural Framework (TOGAF). Dari perbandingan framework, untuk kondisi belum ada EA dan untuk keperluan pengembangan yang mudah dan jelas maka yang paling cocok adalah TOGAF [3], disamping itu, dalam penyusunan EA menggunakan TOGAF melalui pendekatan secara menyeluruh [4). Dalam paper ini akan dibahas penyusunan Enterprise Architecture (EA) untuk sebuah Smart City dengan Kota Bandung sebagai studi kasusnya dengan menggunakan TOGAF.


e-Indonesia Initiatives

     Content
Jurnal
     ISSN
9999-9999
     eISSN
-
     Description
-