Document Contents :

Optimalisasi Penggunaan ICT untuk Peningkatan Kualifikasi Guru

Categorie(s):
  Engineering   ›   Computer Science
Author(s):
  Cepi Safruddin Abd Jabar, Etin Indrayani
DOI:
   -
Price:
   FREE
  • Show Abstrack lang :
  • Id
  • En
Abstract:     
Citing articles (0)
UU No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menuntut profesionalitas tenaga pendidik dan kependidikan. Konsekuensinya menuntut perubahan yang terjadi di sistem pendidikan nasional. Salah satu tututan perubahan ini adalah mengenai kualifikasi tenaga guru. UU mengharuskan guru berkualifikasi S1/D4. Persyaratan ini berbenturan dengan kenyatan yang ada. Mengingat dari ± 2,6 juta guru (status pegawai negeri) dan jumlah ini akan lebih besar bila ditambah dengan guru yang berstatus bukan pegawai negeri hanya 43,84% saja yang baru memenuhi kualifikasi yang disyaratkan UU nomor 14 tahun 2005. Celakanya, dari sisa (86.16%) guru yang belum memiliki kualifikasi S1/D4 nampaknya sedikit sekali peluangnya bisa ditingkatkan kualifikasinya secara penuh dalam waktu 10 tahun mendatang, seperti yang ditargetkan oleh UU tersebut. Karena jumlah lembaga LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan) yang ada di Indonesia tidak akan mampu mencapai target peningkatan guru dalam waktu waktu 10 tahun mengingat sistem tradisional yang diselenggarakan selama ini serta jumlah LPTK yang sedikit. Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi (ICT) di dunia pendidikan bisa dijadikan salah satu solusi atas permasalahan di atas. Kehadiran internet bisa memberikan inspirasi praktis maupun konseptual untuk mendukung program peningkatan profesionalitas khususnya kualifikasi para guru. Model peningkatan kualifikasi guru melalui pendidikan jarak jauh yang berbasis web dikembangkan dalam rangka menjawab keterbatasan di atas. Model ini memadukan konsep pendidikan jarak jauh dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi berupa jaringan internet. Model ini memvirtualisasikan konsep penyelenggaraan pendidikan di LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) yang sudah sedemikan lama ajeg dan memiliki standar nilai dan norma tertentu. Semua transaksi baik akademik maupun manajerial umumnya dilakukan secara online. Dalam proses pembelajarannya, mahasiswa (guru) mengakses server pusat pembelajaran jarak jauh yang terletak di pusat komputer di LPTK guna bergabung dengan sesama rekan mahasiswa di ruangan kelas maya (virtual classroom). Mereka menjalani semua aktivitas pembelajaran biasa. Mereka mengakses internet melalui pusat-pusat akses pembelajaran di masing-masing lokasi baik secara serempak ataupun sendirisendiri di rumah masing-masing.


e-Indonesia Initiatives

     Content
Jurnal
     ISSN
9999-9999
     eISSN
-
     Description
-