Document Contents :

PERANCANGAN KEBIJAKAN PENERAPAN e-LEARNING MENGGUNAKAN VAL IT FRAMEWORK 2.0 BERDASARKAN MODEL PERBEDAAN TRIANGULASI Studi Kasus : PT PLN (Persero)

Categorie(s):
  Engineering   ›   Web
Author(s):
  Afifi, Jaka Sembiring
DOI:
   -
Price:
   FREE
  • Show Abstrack lang :
  • Id
  • En
Abstract:     
Citing articles (0)
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berdasarkan pada model perbedaan triangulasi untuk menghasilkan sebuah justifikasi yang koheren dalam mengartikan komponen utama bagi perancangan kebijakan penerapan e-Learning di PLN. Pada penelitian ini digunakan Val IT Framework v2.0 sebagai kerangka penelitian yang difokuskan pada domain IM1 yaitu Develop and evaluate the initial programme concept business case atau dialihbahasakan sebagai berikut: pengembangan dan evaluasi terhadap program yang akan diinisiasi terkait dengan kasus konsep bisnis yang akan dijalankan. Pengertian lebih lanjut yang didapatkan dari penelitian ini adalah, domain IM.1 di atas dapat digunakan sebagai dasar penentuan perspektif strategis pada komponen-komponen utama kebijakan dalam menghasilkan rancangan kebijakan penerapan e-Learning. Detail proses pada domain IM.1 yaitu: IM1.1 Recognise Investment Opportunities, IM1.2 Develop the initial programme concept business case dan IM1.3 Evaluate the initial programme concept business case. Dari hasil elaborasi Val IT Framework v.2.0 pada domain IM.1 sebagai kerangka penelitian, maka untuk menghasilkan keluaran penelitian yaitu rancangan kebijakan penerapan e-Learning, diperlukan sebuah alur kerja penelitian. Alur kerja pada penelitian ini terbagi menjadi 3 (tiga) langkah, yaitu: identifikasi, analisis dan rancangan kebijakan. Identifikasi terhadap profil, proses bisnis, tantangan kunci bisnis, arahan TI dan arsitektur aplikasi PLN dilakukan untuk mendapatkan penilaian terhadap kapabilitas kondisi PLN saat ini. Selanjutnya dilakukan analisis hasil identifikasi dengan menggunakan IT Balanced Scorecard untuk mengukur kinerja sistem TI saat ini, dan Critical Success Factor (CSF) untuk mengetahui parameter apa saja yang kritis dalam perancangan kebijakan tersebut. Lalu dilakukan konsolidasi antara hasil IT Balanced Scorecard dengan hasil CSF untuk dilakukan pemetaan dengan portofolio McFarlan, untuk mendapatkan tingkat kepentingan dari komponen- komponen kebijakan.


e-Indonesia Initiatives

     Content
Jurnal
     ISSN
9999-9999
     eISSN
-
     Description
-