Workshop Tips dan Trik Penyusunan Penulisan Karya Ilmiah Berbasis Penelitian dal

   14 Apr,2015 09:17
   Imawati, Diana

Bertempat di Ruang Pertemuan Perpustakaan Universitas Brawijaya (UB), perpustakaan bekerja sama dengan Putera Sampoerna Foundation menyelenggarakan “Workshop Tips dan Trik Penyusunan Penulisan Karya Ilmiah Berbasis Penelitian dalam Jurnal Ilmiah” pada Rabu (25/03). Workshop ini dihadiri oleh 70 peserta, terdiri dari Dosen, Mahasiswa S1, S2, dan S3 Universitas Brawijaya dan pustakawan Perpustakaan Universitas Brawijaya.Ketua pelaksana Dra. Widia Permana, S.Sos, M.AB, dalam laporannya mengatakan acara ini berlangsung berkat kerjasama antara Perpustakaan UB dan Putera Sampoerna Foundation.


“Dalam meningkatkan kualitas mahasiswa dapat dilakukan berbagai hal, salah satunya adalah kewajiban menulis karya tulis ilmiah sebelum melakukan penelitian akhir. Pustakawan juga dituntut untuk mampu membuat karya tulisan, baik popular maupun ilmiah sesuai dengan jabatan profesinya Fenomena saat ini peran pustakawan mengalami pergeseran, tidak hanya sebagai media transfer knowledge namun dituntut untuk mampu menjadi research assistance bagi usernya sehingga kemampuan menyusun karya ilmiah sangat perlu dimiliki oleh pustakawan”, paparnya


Acara dilanjutkan pada pemaparan materi pertama oleh Bapak D.J. Djoko H. Santjojo, model penelitian yang dapat dilakukan menggunakan model DIKA (Data, Information, Knowledge, Action). (1) Data merupakan representasi dari kenyataan, (2) Information : Data yang memberikan simpulan-simpulan atau berita. (3) Knowledge : Kerangka atau skema untuk mengelola potongan-potongan informasi dan data. (4) Action : Perbuatan atau keputusan yang didasarkan pada knowledge.


“Citation” merupakan elemen penting dalam sebuah penulisan karya ilmiah. Seringkali penulis pemula, pelajar, mahasiswa dan masyarakat akademik pada umumnya, terjebak dalam tindakan plagiasi yang tidak disengaja karena kurang hati-hati dalam membuat sebuah sitiran. Oleh karenanya, keberadaan sebuah perangkat lunak yang berfungsi sebagai “citation & reference manager” adalah sebuah kebutuhan. Dengan perangkat lunak dimaksud, setiap penulis dapat mengidentifikasi kualitas dan keaslian (baca melacak) setiap referensi yang digunakan.

 

Di samping itu dengan “citation & reference manager”, penulis dapat mengolah dokumen referensi yang dimiliki, membuat pengelompokan berdasarkan topik/kategori tertentu, sekaligus me-retrieve metadata yang terdapat di dalam dokumen. Selanjutnya beliau mengajarkan bagaimana menggunakan tools untuk menuliskan hasil penelitian menggunakan perangkat lunak mendeley. Mendeley adalah sebuah perangkat lunak yang kelahirannya diilhami oleh sebuah upaya untuk mengintegrasikan “citation & reference manager” ke dalam sebuah jejaring sosial.

 

Dengan jejaring semacam ini, peneliti di berbagai belahan dunia dapat berkolaborasi dan melakukan sharing data penelitian. Perangkat lunak Mendeley saat ini tersedia dalam 2 (dua) versi, Desktop Edition dan Institutional Edition. Mendeley Desktop Edition (selanjutnya dalam panduan ini akan disebut Mendeley saja) adalah perangkat lunak “citation & reference manager” yang bisa didapatkan secara gratis (tidak berbayar) dan sangat kompatibel dengan program pengolah kata MS Word (2003,2007,2010), Mac Word (2008, 2011), Open Office/Libre Office (3.2), dan Bib Tex.

 

Materi kedua disampaikan oleh Bapak Drs. Johan A.E. Noor, M.Sc., Ph.D “Mengapa kita menulis?”. Menulis digunakan sebagai komunikasi untuk menyebar luaskan informasi. Menulis laporan merupakan salah satu karakteristik riset dan penelitian. Adapun proses untuk menulis adalah 1. Persiapan, 2. Menulis, 3. Revisi, 4. Menyunting, 5. Proofread. Tujuan utama penulisan laporan ilmiah di Perguruan Tinggi adalah mengkomunikasikan hasil riset. Adapun tulisan yang baik harus memperlihatkan kejelasan pernyataan, bebas dari kesalahan ejaan dan tata bahasa, menggunakan kosa kata yang pas dan tepat, dan menggunaka sitasi yang konsisten dengan penyajian bibliografi yang baik.


Artikel ilmiah memiliki struktur fisik dalam wujud internalnya. Secara terstruktur, anatomi laporan ilmiah meliputi : 1. Judul, 2. Abstrak, 3. Pendahuluan, 3. Metode, 4. Hasil, 5. Pembahasan, 6. Kesimpulan, 7. Bibliografi, 8. Apendiks. Hampir setiap jurnal ilmiah selalu menyertakan petunjuk penulisan kepada para penyumbang tulisan. Semua petunjuk itu harus benar-benar diikuti, karena petunjuk itu adalah dasar untuk menetapkan gaya selingkung jurnal itu. Jadi, sebelum menulis artikel ilmiah untuk jurnal seorang penulis harus mempelajari lebih dulu ketentuan-ketentuan yang digariskan oleh penyuting jurnal itu. Segala bentuk penyimpangan hanya akan membuka dan memperbesar peluang artikel tersebut ditolak di jurnal yang dilamarnya.


Kegiatan tersebut ditutup secara resmi oleh Bapak Johan . Dalam sambutannya Johan mengatakan, “semoga acara acara ini bermanfaat karena tidak semua dosen bisa menulis karya ilmiah juga mahasiswa paling tidak semua peserta sudah mempunyai gambaran bagaimana menulis karya ilmiah tinggal membiasakan dan mencobanya demikian ucap Johan sebelum menutup acara tersebut. (d_Khoir)

 

http://lib.ub.ac.id/en/berita/tip-dan-trik-penyusunan-penulisan-karya-ilmiah/